Minggu, 27 Januari 2013

mimpi menulis buku

Sudah lama keinginan menulis buku menghantui pikiran ini. Tapi sampai sekarang belum terealisasi juga. Masalahnya satu, gak pernah fokus. Gak fokus yang maun ditulis n gak fokus prioritas yang mau dikerjakan.
Tapi sekarang harus benar-benar fokus dan menguatkan niat untuk menulis sebelum semuanya terlambat.
Malam ini sudah mulai menjalani step pertama untuk menguatkan niat untuk menulis. Semoga semangatdan energi untuk menulis tetap terjaga sampai selesai n bisa diterbitkan sebuah buku.
Ayo fokus fokus n semangat semangat......

Senin, 31 Agustus 2009

Terarium mungil untuk souvenir ulang tahun


Pada saat merayakan ultah perkawinan perakku, saya memberikan souvenir terarium mungil kapada para tamu. senang sekali karena banyak kata-kata manis terlontar memuji terariumku.
Banyak juga yang baru tahu apa itu terarium.
Mudah-mudahan pada mengerti cara merawatnya, jadi bisa tetap hidup.

Senin, 24 Agustus 2009

Mini Garden dengan media terarium


Di rumah selalu ada wadah-wadah kaca yang bagus, cantik atau menarik bentuknya. Tentu saja hal ini menggoda saya untuk menggunakannya sebagai wadah terarium.
Tetapi tidak semua wadah kaca tersebut berbentuktoples atau vas atau botol yang bisa diisi tanaman.
Ada juga wadah-wadah ceper atau mangkuk yang bagus dan bisa dimanfaatkan untuk wadah terarium.
Supaya ada beda antara tera yang tanamannya berada dalam wadah, maka terarium dengan tanaman berada di permukaan wadah kami sebut sebagai "Mini Garden of Terarium".
Mini garden ini sangat tepat untuk diletakan di atas meja atau di letakkan di atas rak, wadahnya yang tidak berlubang membuat dia bisa diletakan di atas meja atau di atas rak, tanpa membuat basah saat penyiraman.
Dengan menggunakan prinsip menanam dalam terarium, wadah dengan ketinggian 3 - 4 cm pun bisa digunakan untuk wadah. tentunya dengan memilih tanaman yang perakarannya melebar/berakar serabut.
Ini contohnya yang pernah kami buat.

Senin, 20 Juli 2009

Pasirnya dilem gak ya?


Hari Sabtu, 18 Juli 2009 yang lalu, kami mengadakan Kursus Gratis membuat Terarium bekerja sama dengan TRUBUS di Rawabelong.
Seperti kursus-kursus yang kami adakan sebelumnya, maka peserta akan bertanya tentang media, jenis tanaman dan cara perawatan. Tapi kali ini kami mendapat pertanyaan baru : "Pasir warnanya di lem ya, koq dia gak berantakan padahal kan tadi terguncang-guncang di mobil?"
Jadi pasir warna yang kami gunakan untuk hiasan tidak dilem atau diberi perekat sama sekali, tetapi sebelum diangkut disiram dulu terariumnya sehingga pasir dan medianya basah jadi gak berantakan.
Jadi jangan lupa menyiram terariumnya sebelum dibawa-bawa ya.
Selamat mencoba para peserta......

Selasa, 09 Juni 2009

Terarium dan Masalah Lingkungan Hidup


Akhir Mei yang lalu kami mengikuti Bazar di JCC. Penyelenggaranya adalah Kementrian Lingkungan Hidup. Sebenarnya acara yang pokok adalah Pekan Lingkungan Hidup dengan pameran CSR Indonesia dan Green Living Expo.
Tahun lalu kami juga ikut bazar ini, karena memang diadakan setiap tahun. Tetapi gema Global warming tahun lalu begitu kerasnya, sehingga semua kegiatan yang berbau Lingkungan hidup akan dipadati banyak orang.
Tahun ini gema dan gaung Global Warming sedikit berkurang, apalagi masyarakat baru selesai Pemilu Legislatif dan sudah menjelang Pemilu Presiden. Tetapi KLH memang hebat, para peserta tetap mengikuti pameran dan bazar dengan serius. Stand-stand KLH tiap propinsi berdiri dengan megah dan menarik. Dan stand terarium kami nyelip di deretan stand bazar yang kecil-kecil.
Ada seorang pengunjung yang bertanya, apa hubungannya terarium dengan Lingkungan Hidup. Dan dengan sabar Anie dan saya menjelaskan bahwa terarium adalah salah satu cara menanam untuk orang yang tidak punya lahan tetapi bosan dengan tanaman dalam pot biasa. Tetapi rupanya bukan itu jawaban yang diharapkan, karena menurut pikiran penanya Lingkungan Hidup adalah buat kompos, biopori dan mendaur ulang plastik atau barang-barang yang tidak bisa terurai.
Jawaban nakalnya adalah:"Kami peserta bazar, jadi tidak harus menjual barang daur ulang". Tetapi jawaban yg betul adalah :" Terarium bisa menjadi alternatif menanam, karena dalam wadah kaca tanaman menjadi terlihat lebih indah dan bersih. Media tanam terarium juga menggunakan kompos. Selain itu juga bisa sebagai penghias ruangan menggantikan bunga plastik. Wadah terarium juga bisa dari toples-toples plastik yang jernih dan tembus pandang, jadi itulah peran terarium, menggunakan bahan REUSE".

Selasa, 19 Mei 2009

Watering Plant Spike



Pernah dalam suatu bazar seseorang bertanya dan berkomentar begini :"Oh, ini burungnya gak hidup ya? Kalo burung yang bolong itu untuk apa?"
Hahaha..... "BURUNG BOLONG", apa lagi nih dan apa hubungannya dengan terarium??
Jadi musti cerita agak panjang nih. Sejak tahun lalu kami mulai lebih gencar mempromosikan "Wet Terarium", yaitu terarium untuk tanaman yang membutuhkan air lebih banyak. Kalo untuk "Dry terarium" kita mengontrol kebutuhan airnya lewat perubahan warna zeolit, maka untuk wet terarium kita pake si burung bolong itu.
Nama keren si burung bolong adalah "Watering Plant Spike"
Sebenarnya bisa berbentuk burung atau yg lainnya, kebetulan kami lebih suka yang berbentuk burung atau serangga lainnya.
Spike ini terbuat dari tanah liat yang bisa merembeskan air yang kita isi, sehingga jika spike kosong artinya kita harus menyiram terariumnya.
Mudahkan merawat terarium, kalo warna zeolit sudah berubah putih artinya kita harus nyiram, sampe si zeolit berubah jadi hijau tua. Nah untuk wet ter, kalo burung bolongnya sudah kosong artinya harus nyiram n ngisi air ke burung bolong lagi dech.....Maaf ya gambarnya miring :)

Jumat, 01 Mei 2009

Bazar Wisma Dhanapala DepKeu


Selama 3 hari mulai tanggal 29 April sampai dengan 1 mei, kami ikut bazar di DepKeu.
Wah semangat kita menyiapkannya walaupun gedebak-gedebuk.
Terusterang yang terbayang akan banyak transaksi, karena akhir sampe awal bulan. Pasti dong dong kantong masih pada tebel.
tapi ternyata lokasi bazar cukup eksklusive, jadi kesannya khusus untuk pegawai DepKeu. Apalagi sosialisasinya juga kurang, jadi benar-benar pengunjungnya cuma pegawai DepKeu.
Tapi kami tetap semangat melayani pengunjung yang cuma liat-liat, atau cuma tanya-tanya.
Ada anak kecil yang begitu semngat ingin liat stand kami karena dia liat burung-burungan aksesoris terarium.
Ada segerombolan OB yang cuma berani memandangi terariumku dari jauh.
Ada ibu-ibu yang terkejut waktu melihat harga tanaman n terarium yang relatif mahal.
Ada seorang ibu yang membeli banyak aneka tanaman untuk buat terarium dan media tanamnya. tapi yang agak menggoda pikiran saya adalah perkataannya bahwa ia membeli itu semua untuk omanya biar ada kegiatan.
Puji Tuhan pada penutupan tadi sore, hasil penjualan kami sudah cukup untuk membayar sewa stand.

Talkshow Terarium


Bekerja sama dengan penerbit Agromedia, yang menerbitkan buku Terariumnya Anie, kami mengadakan talkshow pada tanggal 25 april di Metropolis Town Square (METOS), Tangerang.
Waktu kami buka website tentang METOS, ada satu posting yang menarik perhatian kami. Di sana tertulis, intinya adalah : "METOS, mall terlengkap untuk orang menengah ke bawah". Hal ini menarik perhatian kami, karena kami harus tau audience yang akan mengikuti acara talk show tersebut.
Setelah sampai di METOS, benar sekali di sana lengkap sekali. Segala jenis franchise makanan ada di sana. Baju-baju dari batik sampe model-model FO ada juga. Pokoknya benar-benar lengkap.
Audiencenya adalah orang-orang yang lagi belanja atau jalan-jalan di sana.
Saat itu sedang ada acara bazar buku dan kerajinan tangan dari Jogya.
Sedih juga pengunjungnya sedikit, but show must go on. Jadi begitu ada sekitar 5 orang yang duduk di kursi yg telah disediakan, acarapun dimulai.
Lumayan walau pendengarnya sedikit, tapi mereka aktif.
Kami juga mendemokan cara membuat Wet n Dry Terarium.

Terariumku mau masuk Trubus lho


Tanggal 17 april yang lalu terariumku di foto oleh wartawan dari Trubus. wah bangga sekali. Padahal masih belum tau kapan terbitnya.
Yang lain dari pemotretan kali ini, wartawannya punya latar belakang pengetahuan tentang kaktus dan sukulen. Sudah tau kan, kedua jenis tanaman itu adalah jenis-jenis tanaman yang cocok untuk buat terarium.
Belum banyak perkembangan terariumku, tapi saya mulai nemu botol-botol lucu. Salah satunya adalah botol berbentuk hati, jadilah "VALENTINE TERARIUM"

Rabu, 01 April 2009

Terarium untuk anak-anak sekolah gratis


Waktu bazar di SMA 70 ada pengurus sekolah gratis yang tanya: Bisa gak terarium diajarkan pada murid-murid sekolahnya? Kenapa tidak, walaupun terarium ini umumnya mahal, tetapi bisa dibuat murah dengan memanfaatkan wadah-wadah kaca bekas dan tanaman yang murah dan mudah di dapat.
Kreatifitas anak-anak sering tak terduga, pasti dengan imajinasinya yang tinggi, terarium dapat dibuat indah dan menarik, walau hanya menggunakan wadah bekas.

Sabtu, 28 Maret 2009

Bazar di SMA 70

Hari Kamis, 26 maret 2009, alumni SMA 11 lulusan tahun 1979 mengadakan reuni dengan baksos dan bazar. Ide yang bagus n bisa ditiru oleh alumni yang lain.
Katanya mula-mula bazarnya cuma untuk 10 stand aja, tapi karena banyak peminatnya jadi 15 stand dech. Kita ikutan bazar karena anie adalah alumni 11 tahun 1979.
namanya juga reuni, jadi awal-awalnya orang cuma lewat n kasih komentar, "ih bagus ya", or " wah bagus bener". komentar yang membanggakan tentunya.
sempat ciut juga, karena sampe siang belum ada yang tertarik untuk membeli.
Puji tuhan pada akhirnya teman-teman Anie berhasil dibujuk untuk membeli terarium dan buku yang kita jual.
Ada produk baru, terarium dengan tanaman yang butuh air agak banyak, sayang kemaren tidak sempat diabadikan dalam foto.Rupanya produk baru itu cukup menarik perhatian, sehingga terjual semua.
mudah-mudahan pada pinter merawatnya ya, jadi bisa hidup lama...

Minggu, 15 Maret 2009

Terarium dan Anak-anak Sekolah "MASTER"

"Shan, ini ada tawaran dari mahasiswa IPB untuk melatih anak-anak jalanan buat terarium, bagaimana menurut kamu, nyambung gak sich?" Ini adalah sms Anie ketika mendapat tawaran itu. Langsung yang terbayang dalam pikiran saya adalah anak-anak jalanan yang biasa saya lihat di perempatan Kuningan. Dan langsung dong pikiran saya mengatakan gak cocoklah program pembuatan terarium untuk anak jalanan.

Tapi waktu itu saya jawab sms Anie begini : "Emang rada gak nyambung sich, tapi apa salahnya kita coba dengan bahan-bahan reuse dan tanaman yang mudah n murah seperti sanseviera. jadi buat yang wet terarium aja". Dan sepakatlah kita untuk mengadakan pelatihan untuk anak-anak jalanan. Persiapannya cuma 3 hari karena pemberitahuannya juga mendadak.

Pada hari sabtu, 14 maret 2009, berangkatlah kami dengan perlengkapan penuh menuju Terminal Bis Depok. Pelatihannya akan diadakan di salah satu sudut terminal itu. Lumayan angkut-angkut barangnya dari tempat parkir di ITC Depok ke terminal. Jam 1 siang lagi, wah jadi bernostalgia waktu masih sering mengejar bis dan angkot di terminal Depok.

Ternyata anak jalanan yang dimaksud bukan seperti yang ada dalam kepala saya. Mereka adalah siswa SMA kelas 11 dari sekolah "MASTER" yang terletak di belakang terminal Bis Depok. MASTER adalah singkatan dari MASJID dan TERMINAL. Jadi mereka adalah anak-anak yang tinggal disekitar terminal dan tidak bisa bersekolah karena masalah ekonomi. Puji Tuhan ada orang-orang yang berjiwa mulia yang mendirikan sekolah untuk mereka.

Pelatihan dilakukan di sebuah aula yang biasa digunakan untuk kelas juga. Bangunannya dari papan dan kayu yang lantainya dilapisi karpet plastik. Ruangannya terbuka, jadi cukup ramai. apalagi di depan ruangan kita ada sekelompok siswa Master juga yang tengah berlatih MUSIK GALON AQUA, wah ramai sekali suasananya.
Jadi tidak tepat kalo mereka disebut anak-anak jalanan, tetapi mungkin anak-anak sekitar terminal tepatnya.

Nah pada waktu mulai menerangkan terarium, ternyata mahasiswa yang mengundang kita belum tahu sama sekali terarium itu apa, makanya programnya agak gak nyambung.
Tapi semua berjalan lancar selama pelatihan. Semangat anak-anak itu yang mengagumkan. Rasanya sejuk sekali waktu mereka memanggil "Bunda".

Hasilnya bagus sekali , karena mereka sudah pernah mendapat pelatihan seni yang lain, seperti lukisan dari kulit telur atau kain perca, maka kreativitas mereka dalam komposisi warna sudah bagus.

Suatu saat saya harus ke sana lagi untuk menemui mereka dan melihat hasil pelatihannya yang kita berikan. Semoga pelatihan ini kelak memberi manfaat buat mereka

Minggu, 04 Januari 2009

Workshop or Kursus

Akhir tahun 2008 yang baru lalu, kami menerima beberapa email dan sms yang menanyakan masalah workshop atau kursus Terarium. Tapi karena saat itu kami berdua lagi agak sibuk dengan urusan keluarga masing-masing, maka kursus pembuatan terarium baru akan kami adakan mulai bulan ini.
Kurusunya cuma beberapa jam aja koq, dan dijamin langsung bisa bikin terarium sendiri.
Yang penting harus senang tanaman, sehingga nanti bisa memelihara dan merawat terarium dengan senang hati. Jadi tanamannya juga akan menyenangkan hati kita dengan tetap tumbuh baik dalam terarium.
OK, ditunggu ya yang pada mau belajar buat terarium

Kamis, 18 Desember 2008

Memilih Tanaman untuk Terarium


Tanaman untuk terarium dapat dipilih dari jenis kaktus, sukulen, bromelia dan sansiviera. Masing-masing jenis tanaman itu mempunyai sifat yang hampir sama dalam kebutuhan airnya, kecuali sukulen yang memerlukan air lebih banyak dibandingkan lainnya. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan jika mau menggabungkan jenis-jenis tanaman tersebut dalam satu rangkaian terarium.
Jadi kalo dalam satu terarium terdapat kaktus dan sukulen, maka waktu penyiramannya menjadi 4-5 hari sekali bukan seminggu sekali, sehingga tanaman sukulennya tidak sampai kekeringan dan jenis kaktusnya tidak sampai kelebihan air.

Jumat, 05 Desember 2008

Media Tanam Terarium


Dalam bazar-bazar yang kami ikuti, selain terarium, kami juga menjual media tanam yang siap pakai. Media tanam tersebut sudah dikemas untuk membuat satu terarium dalam wadah bulat bergaris tengah sekitar 9 s/d 15 cm dengan tinggi sekitar 15 cm.
Banyak pembeli yang bertanya mengapa harganya mahal sekali, karena untuk media tanam seukuran 2/3 kantong plastik ukuran 22x 30 cm harganya Rp 15,000,-
Jawabannya karena media tanam yang terdiri dari arang kayu, moss, kompos dan zeolit sudah disterilkan dan dilakukan perlakuan pendahuluan seperti perendaman arang dalam larutan NPK dan pemanasan zeolit untuk mengaktifkannya.
Semua bahan media tanam tersebut bisa dibeli di penjual tanaman. Jadi silahkan siapkan sendiri media tanamnya, apalagi kalo sudah punya bukunya. Semua cara menyiapkan media tanam dijelaskan dengan gamblang di sana.

Minggu, 30 November 2008

Terarium Untuk Apa?

Itu adalah pertanyaan yang paling seru yang kemarin saya terima dari seorang bapak yang datang ke stand terarium saya. Pertanyaan sipel tersebut menjadi seru karena setiap jawaban yang saya berikan akan ditanggapi dengan pertanyaan yang sama.
Pengunjung : Ini Oh ini yang namanya terarium ya?
saya : Iya bapak, ini yang namanya terarium
Pengunjung : Terarium ini untuk apa?
saya : Untuk penghias ruangan, sama seperti rangkaian bunga atau tanaman dalam
pot untuk di meja atau ruangan, pak
Pengunjung : Oh, trus untuk apa?
saya : Kalo sebagai penghias ruangan tentunya untuk memperindah ruangan biar
cantik dan lebih indah
Pengunjung : Oh begitu, trus untuk apa?
saya : Terarium ini bisa juga untuk hadiah ulang tahun atau hadiah untuk yang
baru pindah rumah atau juga untuk suvenir suatu acara
Pengunjung : Oh gitu ya, trus untuk apa?
saya : (mulai bingung jawabnya) maksud bapak?
Pengunjung : Terariumnya untuk apa?
saya : untuk hiasan di meja kerja atau ruangan
Pengunjung : Oh untuk hiasan, untuk apa hiasan?
saya : (mau bilang bapak ini bego, gak bisa karena dia alumni IPB, tapi kalo
denger pertanyaannya koq bego amat, dan akhirnya saya cuma tersenyum
sambil balik bertanya) Istri bapak tidak ikut, pak?
Pengunjung : (Gantian dia yang bengong mendengar pertanyaan saya) Oh, tidak, dia
ikut.
saya : Wah, sayang sekali, kalo ikut bisa saya ajarin buat terarium lho
Atau bapak beli bukunya saja, jadi nanti Ibu di rumah bisa buat sendiri
dan bapak jadi lebih tau tentang terarium.
Pengunjung : terima kasih .... (terus langsung pergi dech...)

Rabu, 26 November 2008

Umur Terarium


Kalo kita jualan terarium biasanya pembeli selalu bertanya: Bisa tahan berapa lama nih terariumnya?" Dan jawaban saya selalu sama, tergantung cara perawatannya. kalo cara merawatnya benar ya bisa hidup sepanjang umur tanamannya. Rata-rata lebih dari 6 bulan. Terarium di foto sudah berumur 8 bulan lho dan masih bagus.
Tetapi jangan khawatir, karena untuk terarium yang terdiri dari beberapa tanaman, tidak akan terjadi tanamannya langsung mati berbarengan semuanya. Biasanya satu-satu. Kalo cuma satu yang mati kan gampang gantinya, jadi keindahan terariumnya masih bisa dinikmati.
Kalo gak bisa gantinya, kan ada nomer telpon penjualnya. Tinggal hubungi aja penjualnya dan minta tolong digantiin. Tanamannya bisa beli sendiri atau dibelikan oleh penjualnya.
Jadi kepada para peminat terarium, jangan ragu-ragu untuk membelinya ya...

Senin, 10 November 2008

Kursus di Dinas Pertamanan DKI, jalan Langsat







Hari ini kami memberi pelatihan membuat terarium kepada peserta Kursus Pertamanan yang diadakan oleh Dinas Pertamanan DKI. kursus terarium ini hanya diberikan kepada mereka yang lulus tingkat dasar.



Jadi ada 42 orang peserta dari 3 angkatan yang boleh mengikuti pelatihan membuat terarium ini. Pesertanya sebagian besar wanita, dari usia sekitar 20 tahunan sampai usia pensiunan. Ada juga peserta laki-laki 6 orang, dan kisaran usianya sama dengan wanitanya.



Teori yang diberikan hanya sepintas lalu, kemudian peserta melihat demo pembuatan terarium. Terakhir para peserta dibagi menjadi 6 kelompok dan mereka praktek langsung membuat terarium.



Wadah, tanaman, media tanam dan peralatannya kami sediakan.



Mengagumkan, peserta kali ini telah dapat membuat terarium dengan hasil yang sangat bagus. Di atas adalah 3 foto-foto hasil karya mereka.

Selasa, 04 November 2008

Mengganti Tanaman yang mati dalam terarium




Terarium adalah taman mungil dalam wadah kaca. Pada setiap kesempatan bazar orang selalu menanyakan tahan berapa lama terarium itu? Dan jawaban saya dan Anie selalu sama, tergantung perawatannya dan umur tanamannya sendiri.


Kata teman yang berjualan benih pepaya, urusan tanaman kan urusan nyawa juga, jadi kita gak tahu akan hidup berapa lama tanaman yang kita tanam atau akankah benih yang kita tanam akan tumbuh 100%, 90% 50% atau bahkan 10%.


Pada terarium, pada umumnya jika perawatannya benar, yaitu penyiraman dan kebutuhan akan sinar mataharinya dipenuhi sesuai dengan cara perawatan yang kami sarankan, maka rata-rata terarium tersebut akan bertahan 4 bulan lebih.


Tetapi ada kalanya tanaman dalam terarium tersebut tidak bertahan lama semuanya, ada satu atau dua tanaman yang mati sementara yang lain masih hidup segar.


Untuk mencabut tanaman yang mati sebaiknya dilakukan pada saat media tanam dalam keadaan kering. Jadi kalo ada tanaman yang mati, tunggu sampai mediatanamnya kering, baru dicabut dan dibuang. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pencabutan dan supaya tidak mengganggu posisi tanaman yang lain. Kemudian bisa langsung ditanam tanaman pengganti.


Sesudah selesai penggantian tanaman, rapihkan kembali terarium dan siram seperti biasa.
Foto-foto di atas adalah terarium yang sama, yang telah diganti 2 tanamnnya.

Minggu, 02 November 2008

Terarium dalam IPB Fair


Ceritanya IPB lagi ngadain Dies natalis ke 45 dan salah satu acaranya adalah IPB Fair. Disana dipamerkan tentang semua fakultas yang ada dan kegiatan kemahasiswaan yang ada di masing-masing fakultas.

Untuk meramaikan dan untuk memberi informasi kepada adik-adik kelasnya tentang dunia kerja, kepada para alumni diberi satu stand khusus, namanya 'POJOK ALUMNI".

Disana ada Pakde Gun dengan minuman Rosela, teh bunga pohon Naga dan bibit ponon Naga. trus ada mas Didi HG dengan pupuk Bio-SP untuk meningkatkan kesuburan tanah, ada dari Masyarakat Mandiri (gak tau siapa alumninya) dengan minuman kesehatannya seperti kunyit dll. Trus ada juga Mr. Brownco (juga gak tau alumninya siapa), brownies kukus dan bakar dari talas dan ubi. Ada beras SAE (Sehat Enak dan Aman) yang bebas residu dari Lembaga Pertanian Sehat, ini yang paling banyak dibeli pengunjung.

Dan yang pasti ada Terarium Anie dan Shanti dong di sana.

Walaupun alumni IPB lainnya ada yang punya HOUSE of TERARIUM, ternyata masih banyak juga orang Bogor yang gak tau terarium. Masih ada juga pertanyaan :" Nanti kalo di isi air tanamannya rusak gak, kan kaktus gak bisa terendam air?" Atau ada yang nanya : terarium untuk apaan ya? Cuma untuk pajangan ya?" Wah antara sedih dan gimana gitu.....

Tapi ada juga yang nanyanya "smart" : Terarium asalnya dari mana ya, Eropa atau Arab, koq tanamannya kaktus? Karena yang dia liat di internet terarium untuk memelihara kodok or iguana. Nanti dech kapan-kapan saya tulis tentang sejarah terarium.

Tapi yang jelas saya jadi semangat mempromosikan terarium karya kami ini.

Walaupun binaan kami cuma beberapa orang di kursus pertamanan yang dikelola Dinas Pertamanan DKI, tapi kami sudah layak untuk tampil di IPB Fair