Minggu, 05 Oktober 2008

Terarium sebagai hantaran Lebaran


Lebaran baru berlalu dan ada satu kenangan indah yang tidak terlupakan.
Kerja keras kami untuk mempromosikan Terarium sudah ada hasilnya.
Pada Lebaran tahun ini kami mendapat pesanan untuk membuat 24 Wet Terarium untuk hantaran Lebaran.
Cukup pusing juga, karena kami hanya dikasih waktu 2,5 minggu untuk menyelesaikan pesanan tersebut. Mulai dari hunting 24 wadah kaca besar dengan diameter dasarnya 30 cm, kelihatannya mudah, ternyata untuk beli wadah kaca sebanyak itu membutuhkan waktu seminggu untuk mendapatkannya. Kemudian hunting tanaman dan "watering plant spike" butuh waktu 3 hari.
Nah, yang paling heboh adalah proses penanaman, karena minimal 3 hari sebelum pesanan dikirim harus sudah tertanam semua, jadi sudah benar-benar kokoh tanamannya.
Bentuk atau model penataannya ternyata tidak bisa dibuat seragam sama seperti barang cetakan pabrik. Tetapi prinsipnya penataannya harus melingkar sehingga bisa dinikmati dari sudut manapun. Jadi dengan materi yang ada, saya dan Anie membuat terarium tersebut dalam waktu seminggu. Yang menghambat ternyata adalah kejenuhan. Jika sudah menanam 3 tera terus menerus, biasanya kepala ini mulai jenuh, jadi harus istirahat dulu mengerjakan yang lain atau ngobrol.
Puji Tuhan, p0ada waktu yang sudah ditetapkan pesanan dapat kami kirim dengan baik. Sekarang tinggal menunggu kalau-kalau ada yang menelfon untuk merawat atau memperbaiki terarium yang rusak karena ada tananman yang mati.
Mudah-mudahan semua baik-baik saja ya.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

Senin, 08 September 2008

Bazar di Die Bruken


Hari ini saya dapat tawaran untuk bazar kecil setengah hari ditengah komunitas orang Jerman yang tinggal di Jakarta. Iya memang agak aneh ditengah gerai-gerai karpet, batik, kain-kain India, kalung-kalung, anting-anting, gelang-gelang, bros perak, batu ataupun bahan lainnya, tiba-tiba nyelip sekumpulan terarium. Cukup menyegarkan ada tanaman ditengah-tengah itu semua.

Hasilnya tidak bagus sama sekali. Cuma dua tiga orang yang memperhatikannya dan bilang : It's so beautiful. Ya cuma itu komentarnya. Tapi komentar yang bagus, jadi cukup membuat bangga, hasil karyaku dibilang bagus.

Tidak ada penjualan sama sekali, tapi sisi positifnya sudah dilakukan promosi ke komunitas orang asing.

Ada satu orang yang minta kartu nama, mudah-mudahan nanti ada kelanjutannya ya .....

Kamis, 04 September 2008

Merawat Terarium



Dari pengamatan selama mengadakan promo dari bazar ke bazar, ada satu hal yang selalu menjadi hambatan orang untuk membeli terarium, yaitu cara merawatnya. Padahal kalo mereka serius mau beli atau bahkan cuma tanya-tanya, dengan senang hati kami akan jelasakan cara perawatannya.



"Wah nanti takut mati, padahal sudah mahal belinya" atau "Enggak ah, saya gak bisa merawatnya" atau "Aduh saya sibuk, mana sempat merawatnya". Itu adalah beberapa ungkapan yang sering saya dengar. Ibu-ibu, bapak-bapak, mbak-mbak dan mas-mas, jangan takut, kami memberikan solusi untuk semua kekhawatiran itu.



Pertama, kami akan memberikan penjelasan sedetil-detilnya tentang cara perawatan terarium dan memberi contoh langsung bila ada yang mau beli. Kedua, kami juga memberikan secarik kertas kecil yang berisi tentang cara perawatan terarium bila membeli. Ketiga, kami menyediakan jasa perawatan dan perbaikan terarium yang dibeli bila rusak atau ada tanaman yang mati, tentunya dengan imbalan uang jasa yang akan kami tentukan kemudian.



Atau jika gak mau beli tapi ingin menikmati keindahan terarium, kami juga menyediakan jasa rental. Tinggal pilih terariumnya, nikmati keindahannya dan kami yang akan merawatnya.



Minggu, 31 Agustus 2008

Beda Terarium dan Aquarium


Mengapa akhir-akhir ini saya sering mendapat pertanyaan yang cukup mengejutkan. Saat di Bidakara ada pertanyaan ini : "Kalo diisi air tanamannya bisa tetap begini gak?" Saya pikir kalo disiram seperti menyiram tanaman biasa, ternyata maksud pertanyaannya adalah jika diisi air penuh seperti untuk aquarium? Langsung dech tuing..... tuing.... kepalaku.
Itulah perlunya promosi lewat bazar-bazar, supaya orang lebih tau kalo terarium adalah taman mungil dalam wadah kaca.
Memang wadah kacanya sama dengan yang dipakai untuk aquarium. Jadi gak salah juga kalo orang mengira taman yang ada dalam wadah aquarium itu dikira untuk aquarium beneran, yang nantinya akan diisi air dan ikan.

Kamis, 21 Agustus 2008

Keinginan untuk menulis BUKU


Tanggal 24 Agustus 2008, buku Ani yang ke 2 tentang terarium akan terbit. Saya akan ikutan launchingnya di FLONA 2008 di Lapangan Banteng. Saya membantu untuk demo pembuatan terarium. Seperti biasa, saya sebagai pendemo.


Tiba-tiba saya jadi ingin nulis buku juga, tentang terarium pasti.

Tapi tentang apanya ya.

Buku Anie yang pertama adalah Terarium sebagai alternatif bertanaman tanpa lahan.

Yang ke dua tentang dari hobi menjadi bisnis.

Trus saya mau nulis apa ya....


Kata Ani, kalo punya keinginan harus ditulis, jadi sekarang saya tulis bahwa suatu saat nanti saya akan menulis buku juga tetntang Terarium tentunya.

Senin, 18 Agustus 2008

Apa Peran Terarium dalam Global Warming


Judul di atas adalah salah satu pertanyaan menarik yang dilontarkan seorang pengunjung pada saat bazar di Green Festival bulan April yang lalu.



Kalau meninjau tulisan tentang Terarium di Kompas sebelum Green Festival, maka Terarium adalah salah satu alternatif untuk tetap bisa menanam walaupun tidak punya lahan.



Salah satu langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah Global Warming adalah menanam pohon. Tujuan menanam pohon sudah jelaskan, untuk menambah suplai oksigen di udara, apakah ada artinya suplai oksigen dari tanaman kaktus or sukulen yang mungil-mungil dalam terarium?



Nah lu, beratkan pertanyaannya, karena terus terang saja saya belum pernah menyelidiki berapa sumbangan oksigen dari satu terarium kecil or dari satu terarium besar. Apalagi kalau dilihat bahwa tanaman dalam terarium ada dalam wadah kaca dengan lubang yang kecil, apakah ada oksigen yang bisa keluar? Waduh, pertanyaannya makin sulit aja



Tetapi kembali ke asal mula kami membuat terarium, pertama-tama adalah karena kami mencintai tanaman. Mencintai tanaman tersebut membuat saya selalu ingin menanam dan menanam. Sebelumnya saya selalu tinggal di rumah yang ada halamannya, sehingga hobi menanam dapat tersalurkan. Tetapi semenjak tinggal di apartemen, ada tantangan tersendiri untuk tetap mempunyai banyak tanaman dengan kondisi rumah yang relatif kecil dan tidak ada halaman.




Tanaman dalam pot sudah banyak ada di rumah, bahkan pernah suatu waktu saya mempunyai dua pot tanaman palem kuning setinggi 1 meter dalam ruang keluarga yang cuma berukuran 3m x 5m. Kebayang kan tiba-tiba ruang keluarga menjadi seperti hutan. Karena masih ada 4 atau 5 tanaman Aglaonema dalam pot di atas meja, rak buku, kulkas dan meja makan. Selain itu di teras yang berukuran 1m x 3m saya juga masih punya koleksi aneka tanaman, berbagi tempat dengan rak sepatu dan jemuran. Wah nyaman sekali waktu itu.




Kemudian saya mulai tertarik dengan tanaman yang perawatannya minim tapi tetap indah dipandang, yaitu kaktus. Hanya sayang tanaman itu tidak bisa dibelai-belai karena ada durinya. Jadilah tanaman kaktus itu dimasukkan dalam wadah gelas supaya tetap indah dipandang dan aman dari tusukan durinya. Ternyata selain kaktus ada jenis sukulen, bromelia dan sanseviera yang juga bisa dijadikan terarium, jadi makin segar kan terariumnya. Karena bayangan kaktus dari daerah tandus tidak dominan lagi dengan kombinasi tanaman lainnya.


Jadi kalo ditanyakan lagi apa peran terarium dalam mengatasi global warming, saya cuma bisa menjawab agar semua orang dapat lebih mencintai tanaman dan paling tidak punya satu tanaman hidup dalam rumah atau ruang kerjanya. Karena menurut saya pribadi, sekecil apapun tanaman hidup dalam suatu ruangan tetap akan memberikan sedikit kesejukan, baik mata maupun udara sekitarnya.



Sabtu, 16 Agustus 2008

Walau Cuma dalam Gelas, Terarium perlu sentuhan seni agar unik dan cantik




Bazar dan Pameran ternyata tidak hanya tempat promosi dan menjual Tearium. Tetapi begitu banyak pelajaran dan ide yang didaat dari pertanyaan pengunjung atau yang lebih sering adalah komentar-komentar pengunjung yang dilontarkan sambil lalu.


Pernah ada komentar seperti ini : "Terarium kan cuma nyusun-nyusun tanaman dalam aquarium".


Benar sekali komentar itu, dengan menyusun-nyusun tanaman dalam aquarium itu saya dapat duit. Apakah memang benar hanya sesederhana itu?


Jadi mikir nih, bener gak cuma sesederhana itu.


Dari pengalaman dapat pesanan 120 buah terarium untuk suvenir suatu acara, ternyata tidak sesederhana itu. Mulai dari persiapan wadah, tanaman, kemasan, buat label digabung dengan cara perawatan, packing untuk pengiriman sampe menjelaskan ke pemesan hal-hal yang perlu dierhatikan supaya pas ngasihnya aman dan cantik. Itu baru persiapan, nah yang paling seru pembuatannya. Cuma satu jenis tanaman dalam sebuah gelas, gampangkan sebenarnya.


Tapi bagaimana membuat sitanaman, media dan aksesorisnya terlihat menyatu dan cantik dan unik. Jadi kalo bisa 120 itu jangan ada yang sama. Emang berdua sih ngerjainnya, jadi tiap orang harus membuat 60 terarium yang berbeda. Puji Tuhan, karena Tuhan tidak binung menciptakan manusia yang begitu banyak tapi setiap orang adalah UNIK.


Terima kasih Tuhan, pesanan sudah selesai ibuat dan suda diterima oleh pemesan dengan baik. Mudah-mudahan semuanya diterima oleh penerimanya dengan baik dan bisa bertahan hidup lama. Mudah-mudahan tidak banyak yang menelpon karena terariumnya rusak atau tanamannya mati.