Minggu, 31 Agustus 2008

Beda Terarium dan Aquarium


Mengapa akhir-akhir ini saya sering mendapat pertanyaan yang cukup mengejutkan. Saat di Bidakara ada pertanyaan ini : "Kalo diisi air tanamannya bisa tetap begini gak?" Saya pikir kalo disiram seperti menyiram tanaman biasa, ternyata maksud pertanyaannya adalah jika diisi air penuh seperti untuk aquarium? Langsung dech tuing..... tuing.... kepalaku.
Itulah perlunya promosi lewat bazar-bazar, supaya orang lebih tau kalo terarium adalah taman mungil dalam wadah kaca.
Memang wadah kacanya sama dengan yang dipakai untuk aquarium. Jadi gak salah juga kalo orang mengira taman yang ada dalam wadah aquarium itu dikira untuk aquarium beneran, yang nantinya akan diisi air dan ikan.

Kamis, 21 Agustus 2008

Keinginan untuk menulis BUKU


Tanggal 24 Agustus 2008, buku Ani yang ke 2 tentang terarium akan terbit. Saya akan ikutan launchingnya di FLONA 2008 di Lapangan Banteng. Saya membantu untuk demo pembuatan terarium. Seperti biasa, saya sebagai pendemo.


Tiba-tiba saya jadi ingin nulis buku juga, tentang terarium pasti.

Tapi tentang apanya ya.

Buku Anie yang pertama adalah Terarium sebagai alternatif bertanaman tanpa lahan.

Yang ke dua tentang dari hobi menjadi bisnis.

Trus saya mau nulis apa ya....


Kata Ani, kalo punya keinginan harus ditulis, jadi sekarang saya tulis bahwa suatu saat nanti saya akan menulis buku juga tetntang Terarium tentunya.

Senin, 18 Agustus 2008

Apa Peran Terarium dalam Global Warming


Judul di atas adalah salah satu pertanyaan menarik yang dilontarkan seorang pengunjung pada saat bazar di Green Festival bulan April yang lalu.



Kalau meninjau tulisan tentang Terarium di Kompas sebelum Green Festival, maka Terarium adalah salah satu alternatif untuk tetap bisa menanam walaupun tidak punya lahan.



Salah satu langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah Global Warming adalah menanam pohon. Tujuan menanam pohon sudah jelaskan, untuk menambah suplai oksigen di udara, apakah ada artinya suplai oksigen dari tanaman kaktus or sukulen yang mungil-mungil dalam terarium?



Nah lu, beratkan pertanyaannya, karena terus terang saja saya belum pernah menyelidiki berapa sumbangan oksigen dari satu terarium kecil or dari satu terarium besar. Apalagi kalau dilihat bahwa tanaman dalam terarium ada dalam wadah kaca dengan lubang yang kecil, apakah ada oksigen yang bisa keluar? Waduh, pertanyaannya makin sulit aja



Tetapi kembali ke asal mula kami membuat terarium, pertama-tama adalah karena kami mencintai tanaman. Mencintai tanaman tersebut membuat saya selalu ingin menanam dan menanam. Sebelumnya saya selalu tinggal di rumah yang ada halamannya, sehingga hobi menanam dapat tersalurkan. Tetapi semenjak tinggal di apartemen, ada tantangan tersendiri untuk tetap mempunyai banyak tanaman dengan kondisi rumah yang relatif kecil dan tidak ada halaman.




Tanaman dalam pot sudah banyak ada di rumah, bahkan pernah suatu waktu saya mempunyai dua pot tanaman palem kuning setinggi 1 meter dalam ruang keluarga yang cuma berukuran 3m x 5m. Kebayang kan tiba-tiba ruang keluarga menjadi seperti hutan. Karena masih ada 4 atau 5 tanaman Aglaonema dalam pot di atas meja, rak buku, kulkas dan meja makan. Selain itu di teras yang berukuran 1m x 3m saya juga masih punya koleksi aneka tanaman, berbagi tempat dengan rak sepatu dan jemuran. Wah nyaman sekali waktu itu.




Kemudian saya mulai tertarik dengan tanaman yang perawatannya minim tapi tetap indah dipandang, yaitu kaktus. Hanya sayang tanaman itu tidak bisa dibelai-belai karena ada durinya. Jadilah tanaman kaktus itu dimasukkan dalam wadah gelas supaya tetap indah dipandang dan aman dari tusukan durinya. Ternyata selain kaktus ada jenis sukulen, bromelia dan sanseviera yang juga bisa dijadikan terarium, jadi makin segar kan terariumnya. Karena bayangan kaktus dari daerah tandus tidak dominan lagi dengan kombinasi tanaman lainnya.


Jadi kalo ditanyakan lagi apa peran terarium dalam mengatasi global warming, saya cuma bisa menjawab agar semua orang dapat lebih mencintai tanaman dan paling tidak punya satu tanaman hidup dalam rumah atau ruang kerjanya. Karena menurut saya pribadi, sekecil apapun tanaman hidup dalam suatu ruangan tetap akan memberikan sedikit kesejukan, baik mata maupun udara sekitarnya.



Sabtu, 16 Agustus 2008

Walau Cuma dalam Gelas, Terarium perlu sentuhan seni agar unik dan cantik




Bazar dan Pameran ternyata tidak hanya tempat promosi dan menjual Tearium. Tetapi begitu banyak pelajaran dan ide yang didaat dari pertanyaan pengunjung atau yang lebih sering adalah komentar-komentar pengunjung yang dilontarkan sambil lalu.


Pernah ada komentar seperti ini : "Terarium kan cuma nyusun-nyusun tanaman dalam aquarium".


Benar sekali komentar itu, dengan menyusun-nyusun tanaman dalam aquarium itu saya dapat duit. Apakah memang benar hanya sesederhana itu?


Jadi mikir nih, bener gak cuma sesederhana itu.


Dari pengalaman dapat pesanan 120 buah terarium untuk suvenir suatu acara, ternyata tidak sesederhana itu. Mulai dari persiapan wadah, tanaman, kemasan, buat label digabung dengan cara perawatan, packing untuk pengiriman sampe menjelaskan ke pemesan hal-hal yang perlu dierhatikan supaya pas ngasihnya aman dan cantik. Itu baru persiapan, nah yang paling seru pembuatannya. Cuma satu jenis tanaman dalam sebuah gelas, gampangkan sebenarnya.


Tapi bagaimana membuat sitanaman, media dan aksesorisnya terlihat menyatu dan cantik dan unik. Jadi kalo bisa 120 itu jangan ada yang sama. Emang berdua sih ngerjainnya, jadi tiap orang harus membuat 60 terarium yang berbeda. Puji Tuhan, karena Tuhan tidak binung menciptakan manusia yang begitu banyak tapi setiap orang adalah UNIK.


Terima kasih Tuhan, pesanan sudah selesai ibuat dan suda diterima oleh pemesan dengan baik. Mudah-mudahan semuanya diterima oleh penerimanya dengan baik dan bisa bertahan hidup lama. Mudah-mudahan tidak banyak yang menelpon karena terariumnya rusak atau tanamannya mati.

Senin, 21 Juli 2008

Terarium sebagai Souvenir


Say it with Flower, tentu semua orang suka kalo mendapat sekuntum mawar atau sebuah rangkaian bunga yang indah pada saat ulang tahun, merayakan kelulusan, promosi jabatan bahkan saat sakit. Bagaimana sekarang kalo kadonya Terarium, wah pasti keren dong.


Saat kenaikan kelas bulan Juni yang lalu, ada sahabat Anie yang memberikan terarium kepada guru-guru anaknya. Mudah-mudahan sampe sekarang terariumnya masih hidup ya

Sekarang ada perusahaan yang akan mengadakan suatu acara dan ingin memberi souvenir kepada para undangannya berupa terarium. Terarium kecil, dalam gelas yang berisi satu jenis tanaman. Hebat kan

Yes, terarium mulai memasyarakat nih

Mudah-mudahan yang dapat souvenir Terarium nanti dapat lebih tergerak hatinya untuk terus menanam, walaupun gak punya lahan atau bahkan gak punya pot, karena dapat digantikan dengan gelas yang cantik.

Terarium, go ... go ... go ....

Kamis, 17 Juli 2008

My Terarium


Tanaman adalah sesuatu yang selalu menarik minatku. Boomingnya Adenium, Aglaonema dan Anthurium semakin menarik minatku untuk lebih mendalami masalah tanaman. Namun nampaknya waktuku belum tiba. Karena booming jenis-jenis tanaman itu butuh dana yang besar. Rasanya berdosa menggunakan dana sangat besar hanya untuk tanaman, sementara sebenarnya aku bisa memberi masa depan bagi 2 - 3 orang anak atau kesempatan mendapat pengobatan yang diperlukan seseorang.

Mercy Seigneur, dilema itu tidak perlu bertarung dalam hati, karena menjadi pemilik 1 - 2 jenis tanaman top tersebut yang harganya murah, sudah membuatku bangga bisa ikut trend. Dan satu orang anak tetap bisa menapaki masa depannya dengan tenang.

Ternyata jalanku memang bukan dijenis-jenis tanaman top itu. Mulailah perjalanku dengan Terarium
Terarium adalah cara menanam dalam wadah kaca. Bentuknya unik dan menarik. Tanaman sanseviera yang biasa aja menjadi terlihat mewah dan menarik dalam wadah kaca. Kaktus-kaktus berduri aman dari sentuhan tangan-tangan kecil yang ingin membelainya. Dalam gelas sloki, kaktus kecil menjadi sangat indah dan bisa dijadikan kado ulang tahun yang unik.

Jalanku semakin terbuka ketika penulis buku "Terarium", Ir Anie Kristiani, menjadi temanku. Walaupun penulis itu adalah kakak kelasku di SMA dan dibangku kuliah, ternyata kami baru berkenalan saat pertemuan orang tua murid anak-anak kami di SMA.

Diawali dengan melihat-lihat terarium hasil karya bu Anie, membelinya yang paling murah, mencoba membuatnya dan akhirnya benar-benar belajar membuatnya sesuai dengan teori yang tertulis dalam buku. Akhirnya aku menjadi mitra bu Anie dalam memproduksi terarium.

Mulailah kami memperkenalkan terarium kepada teman-teman dan masyarakat.


Cukup panjang jalan yang kami tempuh. Dari bazar ke bazar kami jualan sambil promosi. Kini terarium sudah dikenal orang dan semakin banyak orang yang membuat terarium. Kami senang karena banyak orang mempunyai pilihan untuk tetap menanam walaupun tidak punya halaman. Banyak meja juga berhiasakan terarium sebagai alternatf selain rangkaian bunga potong atau tanaman dalam pot lainnya.

Semoga, walaupun sangat kecil, kami tetap bisa berkontribusi untuk menjaga bumi kita tetap hijau.